Faktor-Faktor Individu Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen - UTAMA RIZKY

Blog berisi tentang blogging, tutorial, template blogger gratis, olahraga, dan informasi menarik lainnya

Monday, February 10, 2020

Faktor-Faktor Individu Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Bisnis




MOTIVASI DAN KEBUTUHAN KONSUMEN


Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Kebutuhan sendiri muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan (state of tension) antara yang seharusnya dirasakan dengan yang sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan tersebut mendorong seseorang untuk melakukan tindakan guna memenuhi kebutuhan tersebut, hal inilah yang disebut dengan MOTIVASI. Contohnya: adanya rasa haus dan lapar akan mendorong seseorang untuk mencari makanan dan minuman.


Lihat juga:


Teori Motivasi dan Kebutuhan


Teori Motivasi McClelland


David McClelland mengembangkan suatu teori motivasi. Teori ini menyatakan bahwa ada tiga kebutuhan dasar yang memotivasi seorang individu untuk berperilaku yaitu kebutuhan untuk sukses (Needs for Achievement), kebutuhan untuk afiliasi (Needs for Affiliation), dan kebutuhan kekuasaan (Needs for Power).

Teori Kebutuhan Maslow


Maslow mengemukakan lima kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya, antara lain: kebutuhan biologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan social, kebutuhan ego, kebutuhan aktualisasi diri. Menurut teori Maslow, manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendahnya terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi/Hirarki Kebutuhan Manusia (Maslow’s Hierarchy of Needs).

Macam-Macam Kebutuhan


Kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen bisa dimunculkan dari faktor luar konsumen. Misalnya: "aroma makanan" orang jadi ingin makan, "iklan dan komunikasi pemasaran" membuat orang yang tidak rencana membeli akan jadi membeli. Selain dari luar konsumen, juga ada faktor dari dalam diri konsumen sendiri (fisiologis), misalnya: rasa lapar, haus (makanan), air, udara, pakaian rumah, dll. Kebutuhan ini juga disebut dengan primary needs dimana produk tersebut dibutuhkan untuk mempertahankan hidupnya.

Disamping kebutuhan primer, juga ada kebutuhan sekunder/motif yaitu kebutuhan yang diciptakan (acquired needs) adalah kebutuhan yang muncul sebagai akibat reaksi konsumen terhadad lingkungan dan budayanya. Keebutuhan ini bersifat psikologis karena berasal dari subjektif konsumen. Misalnya: rumah adalah kebutuhan primer tapi karena ingin dipandang sebagai orang sukses dan mampu sehingga ia memilih lokasi dan bentuk rumah yang bergengsi.

Kebutuhan yang diarasakan (felt needs) seringkali dibedakan berdasarkan kepada manfaat yang diharapkan dari pembelian dan dan penggunaan produk.
  1. ertama adalah kebutuhan utilitarian yang mendorong orang membeli produk karena manfaat fungsional dan karakteristik objektif dari produk tersebut. Misalnya: obeng  memudahkan dalam membuka dan memasang kembali mur pada peralatan.
  2. Kebutuhan ekspresive atau hedonik - psikologis, seperti: rasa puas, gengsi , emosi, dan perasaan subjektif lainnya. Misalnya: konsumen yang sering memakai dasi di kantor, dasi tidak memberikan manfaat fungsional tetapi memberikan manfaat estetika dan tuntutan sosial.

KEPRIBADIAN DAN GAYA HIDUP KONSUMEN


Memahami Kepribadian Konsumen


Tidak ada manusia yang persis sama dalam sifat atau kepribadiannya, masing-masing memiliki karakteristik yang unik yang berbeda satu sama lain. Inilah yang disebut sebagai kepribadian manusia. Memahami kepribadian konsumen adalah hal yang penting bagi pemasar, karena kepribadian bisa terkait dengan perilaku konsumen. Perbedaan dalam kepribadian konsumen akan mempengaruhi perilakunya dalam memilih atau membeli produk, karena konsumen akan membeli barang yang sesuai dengan kepribadiannya.

Pengertian Kepribadian


Kepribadian adalah sesuatu yang berkaitan dengan adanya perbedaan karakteristik yang paling dalam pada diri (inner psychological characteristics) manusia, perbedaan karakteristik tersebut menggambarkan ciri unik dari masing-masing individu. Perbedaan karakteristik akan mempengaruhi respon individu terhadap lingkungannya (stimulus) secara konsisten. Perbedaan karakteristik akan mempengaruhi perilaku individu tersebut. Individu dengan karakteristik yang sama cenderung akan bereaksi yang relatif sama terhadap situasi lingkungan yang sama. Contohnya: seseorang yang senantiasa cepat menangis ketika mendengar berita sedih pada saat kapan dan dimanapun.

Definisi Gaya Hidup


Gaya Hidup didefinisikan sebagai pola dimana orang hidup dan menggunakan uang dan waktunya. Berbeda dengan kepribadian yang lebih menggambarkan karakteristik terdalam yang ada pada diri manusia. Meskipun berbeda, tetapi keduanya saling hubungan. Kepribadian merefleksikan karakteristik internal dari konsumen sedangkan gaya hidup menggambarkan manifestasi eksternal dari perilaku seseorang. Contohnya: orang yang berkepribadian pemberani mungkin akan memilih hobi yang menantang alam, sebaliknya yang kurang berani mungkin akan memilih hobi bermain bulu tangkis.

Memahami Gaya Hidup Konsumen


Gaya hidup seringkali digambarkan dengan kegiatan, minat, dan opini seseorang, bisanya tidak permanen dan cepat berubah. Seseorang mungkin dengan cepat mengganti model dan merk pakaiannya karena menyesuaikan dengan perubahan hidupnya. Misalnya: seseorang diangkat menjadi Direktur tentu penampilannya akan berbeda dengan jabatan supervisornya.

PENGETAHUAN KONSUMEN


Pengertian Pengetahuan Konsumen


Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki oleh konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.

Macam-Macam Pengetahuan Konsumen


Pengetahuan konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian. 3 kategori pengetahuan konsumen menurut Mowen dan Minor: Pengetahuan obyektif, pengetahuan subyektif, dan informasi mengenai pengetahuan lainnya.

Engel, Blackwell dan Miniard membagi pengetahuan konsumen ke dalam tiga macam, antara lain:
  1. Pengetahuan Produk. Meliputi: kategori produk, merk, terminologi produk, atribut atau fitur produk, harga produk, kepercayaan produk, dll
  2. Pengetahuan pembelian. Meliputi: pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko, penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko
  3. Pengetahuan pemakaian. Misalnya: Konsumen mengetahui manfaat dalam produk



No comments:

Post a Comment