Konsep Dasar Pemasaran dan Unsur-Unsur Pemasaran - UTAMA RIZKY

Blog berisi tentang blogging, tutorial, template blogger gratis, olahraga, dan informasi menarik lainnya

Monday, February 10, 2020

Konsep Dasar Pemasaran dan Unsur-Unsur Pemasaran

Konsep Dasar Pemasaran



Unsur-Unsur Pemasaran



Kebutuhan Konsumen


Konsep dasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia adalah pernyataan dari rasa kahilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan yang kompleks. Kebutuhan manusia yang kompleks tersebut karena bukan hanya fisik (makanan, pakaian, perumahan, dll), tetapi juga rasa aman, aktualisasi diri, sosialisasi, penghargaan, kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari masyarakat konsumen. Bila tidak puas, konsumen akan mencari produk atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.


Lihat juga:
  1. Filosofi Manajemen Pemasaran
  2. Perencanaan Strategis Berorientasi Pasar Dan Analisis SWOT


Keinginan Konsumen


Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan memuaskan kebutuhan mereka, atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan yang spesifik. Masyarakat yang semakin berkembang maka keinginannya juga akan semakin luas, tetapi ada keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan yang bisa memuaskan keinginan sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dengan menembus keterbatasan tersebut, paling tidak meminimalisasi keterbatasan sumber daya. Contoh: manusia butuh makan, tetapi keinginan untuk memuaskan lapar tersebut tergantung dari budayanya dan lingkungan tumbuhnya. Orang Yogya akan memenuhi kebutuhan makannya dengan gudeg, orang Jepang akan memuaskan keinginannya dengan makanan sukayaki, begitu pula yang lain.

Permintaan Pasar


Dengan keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya manusia menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling memuaskan, sehingga muncullah istilah permintaan. Permintaan adalah keinginan menusia akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya.

Produk Perusahaan


Sejalan dengan munculnya kebutuhan, keinginan dan permintaan, perusahaan berusaha keras untuk mempelajarinya, maka mereka melakukan riset pemasaran, mengamati perilaku konsumen, menganalisis keluhan yang dialami konsumen, mencari jawaban produk atau jasa apa yang sedang disukai atau bahkan produk apa yang tidak disukai, dan lain-lain. Dengan kegiatan di atas, akhirnya perusahaan dapat menawarkan segala sesuatu kepada pasar untuk diperhatikan, untuk dimiliki atau dikonsumsi sehingga konsumen dapat memuaskan kebutuhan sekaligus keinginannya, sesuatu itu disebut produk. Produk tidak hanya mencakup obyek fisik, tetapi juga jasa, orang, tempat, organisasi ataupun gagasan. Contoh: perusahaan manufaktur menyediakan: barang (komputer, monitor, printer), jasa (pengiriman, pemasangan, pelatihan, perbaikan, dan pemeliharaan), ide/gagasan (kekuatan/keunggulan jenis komputer).

Nilai Pelanggan


Karena semua perusahaan berusaha menwarkan produk dan jasa yang superior, maka konsumen dihadapkan pada pilihan yang beraneka ragam. Konsumen membuat pilihan pembeli berdasarkan pada persepsi mereka mengenai nilai yang melekat pada berbagai produk dan jasa ini. Nilai bagi pelanggan adalah selisih antara nilai total yang dinikmati pelanggan karena memiliki serta menggunakan suatu produk, dan biaya total yang menyertai produk tersebut. Nilai total antara lain nilai dari produk, jasa, personil pemasar, biaya waktu, biaya energi yang dikeluarkan, biaya psikis. Setelah pemberian nilai, konsumen akan mengevaluasi dan hasil evaluasi ini akan mempengaruhi kepuasan dan peluang untuk membeli ulang produk tersebut.

Kepuasan Konsumen


Kepuasan pelanggan tergantung pada anggapan kinerja produk dalam menyerahkan nilai relatif terhadap harapan pembeli. Bila kinerja atau prestasi sesuai atau bahkan melebihi harapan, maka pembelinya akan merasa puas. Perusahaan yang cerdik mempunyai tujuan membuat gembira pelanggan dengan hanya menjanjikan apa yang dapat mereka serahkan, kemudian menyerahkan lebih banyak dari yang mereka janjikan.

Mutu atau Kualitas Produk


Kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan mutu, yang saat ini ada yakni istilah Total Quality Management (TQM). TQM adalah program yang dirancang untuk memperbaiki mutu produk, jasa, dan proses pemasaran secara terus￾menerus. TQM memiliki komitmen antara lain:
  1. Fokus terhadap pelanggan
  2. Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas
  3. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
  4. Memiliki komitmen jangka panjang, membutuhkan kerja sama tim, memperbaiki proses
  5. Memperbaiki proses secara kesinambungan
  6. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk karyawan

Pertukaran


Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh barang yang dikehendaki dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan. Ada 5 kondisi yang harus dipenuhi agar pertukaran dapat terjadi:
  1. Terdapat sedikitnya dua pihak
  2. Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin berharga bagi pihak lain
  3. Masing-masing pihak mampu berkomunikasi dan melakukan penyerahan
  4. Masing-masing pihak bebas menerima atau menolak tawaran pertukaran
  5. Masing-masing pihak yakin bahwa berunding dengan pihak lain adalah layak dan bermanfaat (negoisasi)

Transaksi


Transaksi adalah perdagangan antara dua pihak, yang paling sedikit melibatkan dua macam nilai, persetujuan mengenai kondisi, waktu, dan tempat.

Hubungan Baik Dengan Stakeholder


Proses menciptakan, memelihara, dan meningkatkan hubungan erat yang semakin bernilai dengan pelanggan dan pihak-pihak yang berkepentingan yang lain, dengan kata lain hubungan pelanggan adalah praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak pelanggan, pemasok (supplier), penyalur (distributor), guna mempertahankan bisnis jangka panjang mereka. Agar hubungan dapat tercipta dalam jangka panjang, perusahaan harus:
  1. Saling mempercayai, saling menguntungkan
  2. Menjanjikan dan memberikan kualitas yang tinggi, pelayanan yang baik, harga yang pantas antar pihak
  3. Menghasilkan ikatan ekonomi, teknik dan sosial yang kuat antar pihak yang berkepentingan
  4. Menekan biaya transaksi dan waktu pencarian pelanggan

Jaringan (Networking)


Jaringan terdiri dari perusahaan dan semua pihak-pihak pendukung: pelanggan, supplier, distributor, pengecer, agen iklan, ilmuwan, dan pihak lain yang bersama-sama dengan perusahaan telah membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan.

Pasar


Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.

Pemasar dan Calon Pembeli


Seseorang yang mencari satu atau lebih calon pembeli yang akan terlibat dalam pertukaran tersebut. Calon pembeli adalah seseorang yang diidentifikasikan oleh pemasar sebagai orang yang mungkin bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran tersebut.

Konsep Dasar Pemasaran


Jadi, konsep inti pemasaran adalah :
  1. Proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran
  2. Penetapan harga, promosi
  3. Penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi.




No comments:

Post a Comment