Pengambilan Contoh (Sampel) Dalam Riset Pemasaran: Definisi, Ciri, Kriteria, Dan Metode<br /> - UTAMA RIZKY

Blog berisi tentang blogging, tutorial, template blogger gratis, olahraga, dan informasi menarik lainnya

Monday, February 10, 2020

Pengambilan Contoh (Sampel) Dalam Riset Pemasaran: Definisi, Ciri, Kriteria, Dan Metode

Pengambilan Contoh (Sampel) Dalam Riset Pemasaran




Definisi dan Ciri Pengambilan Sampel Dalam Riset Pemasaran


Pengambilan contoh (sampling) adalah suatu proses pemilihan satu bagian (contoh) yang representatif dari suatu populasi. Metode ini berperan agar penemuan hasil penelitian tersebut bisa digeneralisasikan terhadap populasi bila sampelnya dipilih dengan cara yang tepat, sehingga penelitian tersebut dapat dievaluasi secara obyektif. Secara umum, metode pengambilan sampel yang diinginkan harus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti.
  2. Prosedur sederhana sehingga mudah dilaksanakan.
  3. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya tertentu.
  4. Merupakan penghematan dalam waktu, tenaga dan biaya.


Lihat juga:


Kriteria Pengambilan Sample Dalam Riset Pemasaran


Tiga criteria yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan besarnya sample, antara lain:
  1. Tingkat keseragaman (degree of homogeneity) dari populasi. Makin seragam suatu populasi, maka akan semakin kecil contoh yang perlu diambil.
  2. Tingkat presisi (tingkat ketelitian) yang ingin dicapai. Semakin tinggi tingkat presisi yang diinginkan, maka akan semakin besar sample yang perlu diambil.
  3. Sesuai dengan waktu, tenaga dan biaya yang tersedia.

Metode Pengambilan Contoh (Sampel) Dalam Riset Pemasaran


Ada beberapa cara yang dipergunakan untuk pengambilan contoh dalam suatu riset pemasaran, antara lain :
  1. Pengambilan contoh acak sederhana (Simple Random Sampling). Adalah proses pemilihan contoh dari semua unit-unit contoh, dimana setiap sample memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Contoh: Kita akan mengadakan penelitian mengenai perilaku konsumsi buah-buahan pada petani buah (Populasinya adalah Petani A, B, C, D, E, F, G)
    • Cara 1: Dengan undian (nama-nama petani tersebut ditulis pada secarik kertas dan kemudian dipilih secara acak).
    • Cara 2: Dengan table angka teracak (Petani A - no 1, Petani B - no 2, sampai Petani G - no 7), Kemudian dilihat pada text book statistika.

  2. Pengambilan Contoh Sistemartis (Systematic Random Sampling). Adalah proses pemilihan contoh dimana hanya pertama saja yang dipilih secara acak, sedangkan contoh selanjutnya dipilih secara sistematis. Contoh : Petani A B C D E F G H I J K L (Unit contoh: 12 petani, dan Sampling yang harus dipilih adalah 4 petani), tentukan contoh pertama secara acak contoh: petani B, dan kemudian cari Interval (K) dengan cara = = 3.

  3. Pengambilan Contoh Stratifikasi/Bertingkat. Adalah metode ini digunakan apabila populasi yang diambil mempunyai unit-unit contoh yang tidak seragam, sehingga harus dilakukan terlebih dahulu membedakan pelapisan/strata yang lebih kurang seragam. Contoh: Kita ingin menduga tingkat pendapatan konsumen akan mempengaruhi pembelian apel. Karena tingkat pandapatan konsumen relatif tidak seragam, maka perlu distratifikasikan terlebih dahulu: (konsumen dengan pendapatan < Rp. 500.000,-/bulan, konsumen dengan pendapatan antara Rp. 500.000-1.000.000,-/bulan, dan konsumen dengan pendapatan > Rp. 1.000.000,-/bulan), kemudian dari strata 1, 2, dan 3, kemudian dipilih sample dengan metode acak sederhana.

  4. Pengambilan Contoh Kelompok (Cluster Sampling). Yaitu metode pemilihan contoh dari kelompok-kelompok/cluster dengan jumlah unit-unit elementer yang lebih kecil. Setiap cluster (kelompok) merupakan bagian sub-populasi yang bersama-sama membentuk populasi total, dimana tiap cluster terdiri dari unit-unit yang tidak seragam menyerupai populasi sendiri.



No comments:

Post a Comment