Penilaian Kinerja - Pengertian, Alasan, Jenis, Tujuan, Manfaat, Dimensi, Dan Metode - UTAMA RIZKY

Blog Yang Ditujukan Untuk Berbagi Informasi dan Ilmu Pengetahuan

Tuesday, November 17, 2020

Penilaian Kinerja - Pengertian, Alasan, Jenis, Tujuan, Manfaat, Dimensi, Dan Metode

Penilaian Kinerja



Hai, Sahabat. . Hari ini, saya akan membahas tentang Pengertian, Jenis-Jenis, Dimensi, Alasan, Tujuan, Manfaat, dan Metode Penilaian Kinerja.




Daftar isi
  1. Pengertian Kinerja
  2. Pengertian gPenilaian Kinerja
  3. Jenis-Jenis Penilaian Kinerja
  4. Alasan Melakukan Penilaian Kinerja
  5. Tujuan Penilaian Kinerja
  6. Manfaat Penilaian Kinerja
  7. Metode Penilaian Kinerja
  8. Dimensi Penilaian Kinerja


Pengertian Kinerja


Definisi atau pengertian kinerja (performance) adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Selain itu, definisi atau pengertian kinerja adalah hasil kerja seorang pekerja, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukkan buktinya secara konkrit dan dapat diukur (dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan).



Kinerja seorang pegawai akan baik, jika pegawai mempunyai keahlian yang tinggi, kesediaan untuk bekerja, adanya imbalan/upah yang layak, dan mempunyai harapan masa depan. Secara teoritis ada tiga kelompok faktor yang mempengaruhi kinerja individu, yaitu: faktor individu, faktor organisasi, dan faktor pisikologis. Kelompok faktor individu yang mempengaruhi kinerja terdiri dari: kemampuan dan keterampilan, latar belakang pribadi, demografis, dll.



Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa definisi atau pengertian kinerja adalah hasil kerja dari seseorang atau sekelompok orang dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaannya. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. Mengelola kinerja telah menjadi subyek perdebatan tentang nilai kinerja, pengukuran dan manajemen, dan juga menjadi area pertumbuhan dalam administrasi dan manajemen publik.



Pengertian Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja menjadi dasar untuk keputusan organisasi tertentu seperti: menentukan gaji paket dan promosi. Penilaian kinerja mengacu pada suatu sistem formal dan terstruktur yang digunakan untuk mengukur nilai dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku dan hasil, termasuk tingkat ketidakhadiran.



Definisi atau pengertian penilaian kinerja adalah kegiatan mengidentifikasi pelaksanaan pekerjaan dengan menilai aspek-aspeknya. yang difokuskan pada pekerjaan yang berpengaruh pada kesuksesan organisasi atau perusahaan.



Jenis-Jenis Penilaian Kinerja


Ada beberapa jenis penilaian kinerja, antara lain:


  1. Penilaian hanya oleh atasan. Adalah jenis penilaian kinerja yang dilakukan oleh atasan yang bersifat cepat dan langsung serta dapat mengarah ke distorsi karena pertimbangan pribadi.

  2. Penilaian oleh kelompok lini. Adalah jenis penilaian kinerja yang dilakukan oleh atasan dan atasannya lagi bersama-sama membahas kinerja dari bawahannya yang dinilai.

  3. Penilaian oleh kelompok staf. Adalah jenis penilaian kinerja yang dilakukan oleh atasan dengan cara meminta satu atau lebih individu untuk bermusyawarah dengan atasan langsung yang membuat keputusan akhir.

  4. Penilaian berdasarkan peninjauan lapangan. Adalah jenis penilaian kinerja yang sama seperti kelompok staf, namun melibatkan wakil dari pimpinan pengembangan atau departemen SDM yang bertindak sebagai peninjau independen.

  5. Penilaian yang dilakukan oleh bawahan dan sejawat.


Alasan Melakukan Penilaian Kinerja


Suatu perusahaan melakukan penilaian kinerja didasarkan pada dua alasan pokok, yaitu:


  1. Pertama, Alasan melakukan penilaian kinerja adalah Manajer memerlukan evaluasi yang objektif terhadap kinerja karyawan pada masa lalu yang digunakan untuk membuat keputusan di bidang SDM di masa yang akan datang.

  2. Kedua, Alasan melakukan penilaian kinerja adalah Manajer memerlukan alat yang memungkinkan untuk membantu karyawan memperbaiki kinerja, merencanakan pekerjaan, mengembangkan kemampuan dan ketrampilan untuk pengembangan karir dan memperkuat hubungan antar manajemen yang bersangkutan dengan karyawan.


Tujuan Melakukan Penilaian Kinerja


Tujuan penilaian kinerja karyawan pada dasarnya meliputi:


  1. Pertama, Tujuan penilaian kinerja adalah membantu meningkatkan kinerja

  2. Kedua, Tujuan penilaian kinerja adalah mendorong pertanggungjawaban dari karyawan

  3. Ketiga, Tujuan penilaian kinerja adalah Pemberian imbalan yang serasi, misalnya: untuk kenaikan gaji, gaji pokok, gaji istimewa, insentif uang.

  4. Keempat, Tujuan penilaian kinerja adalah Untuk pembeda antara karyawan satu dan karyawan lain.

  5. Kelima, Tujuan penilaian kinerja adalah Menilai potensi di masa depan untuk kenaikan pangkat.

  6. Keenam, Tujuan penilaian kinerja adalah Memberi konsultasi kepada karyawan mengenai peluang karier.

  7. Ketujuh, Tujuan penilaian kinerja adalah Pemutusan hubungan kerja, pemberian sanksi atau hadiah.


Manfaat Penilaian Kinerja


Ada beberapa manfaat penilaian kinerja antara lain:



Nanfaat Penilaian Kinerja Bagi Karyawan


Ada beberapa Manfaat penilaian kinerja bagi karyawan yang dinilai, antara lain: 1) Meningkatkan motivasi. 2) Meningkatkan kepuasan kerja. 3) Adanya kejelasan standar hasil yang diharapkan. 4) Adanya kesempatan berkomunikasi atas peningkatan nilai pribadi.



Manfaat Penilaian Kinerja Bagi Penilai


Ada beberapa Manfaat penilaian kinerja bagi penilai, antara lain: 1) Meningkatkan kepuasan kerja. 2) Kesempatan untuk mengukur dan mengidentifikasikan kinerja karyawan. 3) Meningkatkan kepuasan kerja, baik dari para manajer ataupun karyawan.



Manfaat Penilaian Kineija Bagi Perusahaan


Ada beberapa manfaat penilaian kinerja bagi Perusahaan, antara lain: 1) Meningkatkan kualitas komunikasi. 2) Perbaiki seluruh simpul unit-unit yang ada dalam perusahaan. 3) Meningkatkan motivasi karyawan secara keseluruhan. 4) Meningkatkan pandangan secara luas menyangkut tugas-tugas yang dilakukan untuk masing-masing karyawan.



Metode Penilaian Kinerja


Adapun Metode-metode penilaian kinerja yang paling banyak digunakan, antara lain :


  1. Written Essays. Adalah metode penilaian kinerja yang dilakukan dengan cara evaluator menulis deskripsi mengenai kekuatan pekerja, kelemahannya, kinerjanya pada masa lalu, potensinya dan memberikan saran-saran untuk pengembangan pekerja tersebut.

  2. Critical Incidents. Adalah metode penilaian kinerja yang dilakukan dengan cara evaluator mencatat mengenai apa saja perilaku pencapaian terbaik dan terburuk (extremely good or bad behaviour) pegawai.

  3. Graphic Rating Scales. Adalah metode penilaian kinerja yang dilakukan dengan cara evaluator menilai kinerja pegawai dengan menggunakan skala dalam mengukur faktor-faktor kinerja (performance factor). Misalnya adalah dalam mengukur tingkat inisiatif dan tanggung jawab pegawai. Skala yang digunakan adalah 1 sampai 5, yaitu 1 adalah yang terburuk dan 5 adalah yang terbaik.

  4. Behaviourally Anchored Rating Scales (BARS). Adalah metode penilaian kinerja yang dilakukan dengan cara evaluator menilai pegawai berdasarkan beberapa jenis perilaku kerja yang mencerminkan dimensi kineja dan membuat skalanya. Metode penilaian kinerja ini mendeskripsikan perilaku yang diharapkan sesuai dengan tingkat kinerja yang diharapkan.

  5. Multiperson Comparison. Adalah mdtode penilaian kinerja yang dilakukan dengan cara seorang pegawai dibandingkan dengan rekan kerjanya. Biasanya dilakukan oleh supervisor. Metode penilaian kinerja ini sangat berguna untuk menentukan kenaikan gaji (merit system), promosi, dan penghargaan perusahaan.

  6. Management By Objectives. Adalah Metode penilaian kinerja yang dilakukan dengan cara pegawai dinilai berdasarkan pencapaiannya atas tujuan-tujuan spesifik yang sudah ditentukan sebelumnya.


Dimensi Penilaian Kinerja


Ada beberapa dimensi yang digunakan untuk penilaian kinerja karyawan, adalah sebagai berikut :


  1. Kualitas kerja
  2. Pertama, dimensi penilaian kinerja adalah kualitas kerja karyawan. Adanya kualitas kerja yang baik dapat menghindari tingkat kesalahan, dalam penyelesaian suatu pekerjaan yang dapat bermanfaat bagi kemajuan perusahaan. Adapun indikator kualitas kerja biasanya diukur melalui: ketepatan, ketelitian, keterampilan, dan kebersihan hasil kerja.



  3. Kuantitas kerja
  4. Adalah dimensi penilaian kinerja yang menunjukkan banyaknya jumlah jenis pekerjaan yang dilakukan dalam suatu waktu sehingga efisiensi dan efektivitas dapat terlaksana sesuai dengan tujuan perusahaan. Dimensi penilaian kinerja ini diukur dengan menilai waktu yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik.



  5. Tanggung jawab
  6. Adalah dimensi penilaian kinerja yang menunjukkan seberapa besar karyawan dalam menerima dan melaksanakan pekerjaannya, mempertanggungjawabkan hasil kerja serta sarana dan prasarana yang digunakan dan perilaku kerjanya setiap hari.



  7. Kerjasama
  8. Adalah dimensi penilaian kinerja yang merupakan kesediaan karyawan untuk berpartisipasi dengan karyawan yang lain secara vertikal dan horizontal baik di dalam maupun di luar pekerjaan sehingga pekerjaan akan semakin baik.



  9. lnisiatif
  10. Kelima, Dimensi penilaian kinerja adalah inisiatif karyawan. Adanya inisiatif dari dalam diri anggota organisasi untuk melakukan pekerjaan serta mengatasi masalah dalam pekerjaan tanpa menunggu perintah.



  11. Pengetahuan atas pekerjaan.
  12. Adalah dimensi penilaian kinerja yang merupakan Kejelasan pengetahuan atas tanggung jawab pekerjaan yang menjadi tugasnya,




Demikianlah penjelasan tentang Pengertian, Jenis-Jenis, Dimensi, Alasan, Tujuan, Manfaat, dan Metode Penilaian Kinerja.




Lihat juga:


Semoga bermanfaat. .


No comments:

Post a Comment

Tulis Komentar Di Sini